Agis, Pelukis Cilik Penuh Martabat di Trotoar Serang

    Agis, Pelukis Cilik Penuh Martabat di Trotoar Serang

    SERANG - Di jantung kota Serang yang tak pernah tidur, di antara riuh rendah kehidupan yang berlalu lalang di depan Indomaret, sebuah pemandangan mengharukan menarik perhatian. Di atas tikar terpal lusuh, sosok mungil Agis tengah asyik menari dengan kuas di tangannya. Fokusnya tak tergoyahkan, setiap sapuan warna di atas kertas kosong adalah bisikan dari dunia imajinasinya yang kaya. Ia adalah Agis, bocah yang memilih jalan berbeda, jalan yang ditempuh dengan kerja keras dan bangga atas karyanya sendiri.

    Berbeda dengan teman-teman seusianya yang mungkin asyik bermain atau bahkan meminta-minta, Agis menjajakan hasil jerih payahnya dengan penuh harga diri. Setiap lukisan adalah permata unik: hamparan sawah yang memanjakan mata, karakter kartun yang menggemaskan, atau rangkaian bunga berwarna-warni yang seolah hidup. Semua itu lahir dari keterbatasan: cat yang nyaris habis, kuas yang setia menemani meski ujungnya mulai usang, dan kertas bekas yang dikumpulkan dengan sekuat tenaga.

    Saat seorang netizen mendekat dan mengarahkan kamera, tak ada sedikit pun rasa minder di wajah Agis. Ia tetap khusyuk menambahkan detail pada sayap burung yang sedang ia ciptakan, sesekali menoleh dengan senyum tulus saat ada yang melintas.

    Ketika seorang netizen menghampirinya, menawarkan sebatang coklat hangat, Agis tak kuasa menahan air mata. Bukan kesedihan yang membasahi pipinya, melainkan haru dari kepedulian yang ia terima, bercampur bangga atas hasil karyanya yang diapresiasi.

    "Dulu saya tinggal di Banten, tepatnya di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 2 RW 7, Peninggilan Ciledug Tangerang, " ujar Agis lirih sambil mengusap matanya. Ia tak ragu berpindah lokasi, mencari tempat yang dirasa lebih ramai agar karyanya bisa dilihat lebih banyak orang.

    Di saat banyak anak seusianya menggantungkan harapan pada uluran tangan orang lain, Agis memilih untuk menciptakan penghidupannya sendiri. Di kala orang dewasa meratap akan sulitnya hidup, ia justru berjuang dengan semangat membara melalui setiap goresan kuasnya. Keterbatasan fisik dan materi tak pernah menjadi penghalang baginya. Tanpa tempat tinggal yang tetap, tanpa alat lukis memadai, bahkan terkadang berjuang untuk makanan, Agis tak pernah berhenti berkarya. Lukisannya adalah bukti nyata bahwa ia bisa berdiri tegak, memiliki nilai, dan bakat yang patut diperhitungkan. (PERS)

    agis melukis seniman cilik inspirasi juang keterbatasan berkarya seni jalanan kisah inspiratif
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Direktur SPBE Diduga 'Kuras' Rp3,3 Miliar,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Kuala TNI-Jhonlin Bergerak Cepat, Atasi Sedimentasi Muara Kuala Penaga
    Giant Sea Wall Tarik Minat Investor dari Eropa hingga Timur Tengah
    TNI AD Bangun Jembatan Aramco di Agam, Akses Warga Nagari Bayua Kembali Terbuka
    TNI AD Rampungkan Perehapan Jembatan Gantung Desa Empus, Bukti Nyata Pengabdian untuk Rakyat
    AHY di Batam: Komunitas Tionghoa Penggerak Pembangunan Bangsa

    Ikuti Kami